News Pattallassang — Tim Nasional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Putri Indonesia mulai mematangkan strategi menghadapi dua ajang besar internasional yang digelar berdekatan, yakni IESF World Esports Championship 2025 dan SEA Games 2025. Kedua turnamen tersebut menjadi fokus utama tim karena sama-sama membawa misi besar: mengharumkan nama Indonesia di kancah esports dunia.

Persiapan intensif dilakukan di bawah koordinasi Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) dan pelatih kepala timnas putri, yang menargetkan performa maksimal meski jadwal latihan dan turnamen berlangsung padat.
Baca Juga : Masalah hamstring bikin Alwi Farhan gugur di awal Denmark Open 2025
Fokus pada Adaptasi dan Rotasi Pemain
Pelatih kepala timnas MLBB putri, Coach Deyna, menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menyesuaikan strategi dan rotasi pemain agar tetap bugar dan mampu tampil konsisten di dua kompetisi besar tersebut.
“Kami harus cerdas dalam mengatur ritme latihan dan recovery. IESF dan SEA Games punya format dan lawan berbeda, jadi pendekatan strategi juga tidak bisa disamakan,” ungkap Coach Deyna saat ditemui di sela latihan di Jakarta, Selasa (15/10).
Ia menambahkan bahwa tim kini sedang fokus memperkuat komunikasi, draft pick fleksibel, serta kontrol map, yang selama ini menjadi kunci kemenangan tim putri Indonesia di berbagai turnamen regional.
Komposisi Pemain Masih Didominasi Wajah Lama
Dalam latihan tahap kedua ini, sejumlah pemain yang sebelumnya tampil di IESF 2024 dan Piala Presiden Esports 2025 kembali dipanggil. Nama-nama seperti Vivi, Chels, dan Onen masih menjadi andalan utama di posisi mid dan gold lane.
Namun, PBESI juga memberikan kesempatan bagi beberapa pemain muda yang tampil menonjol di liga-liga komunitas. Mereka disiapkan sebagai cadangan strategis jika diperlukan pergantian mendadak selama kompetisi berlangsung.
“Kami ingin punya dua line-up solid — satu fokus ke IESF, satu lagi ke SEA Games — tapi keduanya harus bisa saling menggantikan bila jadwal berbenturan,” ujar Manajer Timnas MLBB Putri, Rara Kurnia.
Tantangan: Jadwal Padat dan Lawan Berat
Kedua ajang tersebut dipastikan akan berlangsung dengan jarak waktu yang sangat dekat. IESF 2025 rencananya digelar di Bali pada November, sementara SEA Games 2025 di Thailand akan berlangsung awal Desember.
Hal ini menuntut tim untuk memiliki daya tahan dan fokus tinggi, sebab sebagian besar pemain akan menghadapi jadwal latihan, scrim, serta perjalanan yang padat.
Selain itu, beberapa tim kuat seperti Filipina, Malaysia, dan Vietnam juga terus memperkuat skuad mereka setelah tampil impresif di ajang-ajang internasional sebelumnya.
Optimisme Jaga Tradisi Juara
Meski dihadapkan pada jadwal padat dan lawan tangguh, para pemain tetap optimistis dapat membawa pulang gelar juara. Indonesia sendiri memiliki rekam jejak kuat di MLBB putri, termasuk gelar juara dunia IESF 2023 dan medali emas SEA Games 2023.
“Kami tahu tekanan besar menanti, tapi kami terbiasa berada di bawah ekspektasi tinggi. Justru itu yang membuat kami semakin termotivasi,” kata kapten tim, Vivi.
Dengan strategi matang, rotasi fleksibel, dan dukungan penuh PBESI, timnas MLBB putri berharap bisa mempertahankan dominasi Indonesia di panggung esports Asia Tenggara sekaligus dunia.