News Pattallasang – Massa driver ojek online (ojol) yang awalnya memblokade Jalan Urip Sumoharjo di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, akhirnya membubarkan diri secara tertib. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali lancar setelah tertahan sejak siang.

Kronologi Aksi dan Pembubaran Damai
Baca Juga : Pria Berseragam ASN Adu Jotos dengan Sopir Pikap Depan Kantor Gubernur Sulbar
>>>>>>>>>>Demo dimulai sekitar pukul 11.50 WITA ketika driver ojol menutup dua lajur jalan dan membakar ban bekas secara demonstratif untuk menuntut agar tarif angkutan online sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulsel segera diterapkan oleh aplikator.
Setelah melewati sekitar lima jam, massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 19.28 WITA. Mereka perlahan memindahkan kendaraan ke bahu jalan, sementara polisi dibantu petugas lainnya membersihkan sisa pembakaran ban supaya lalu lintas bisa dipulihkan.
Hasil Negosiasi dan Kondisi Lalu Lintas
Pembubaran berlangsung damai usai perundingan antara perwakilan driver dan Pemprov Sulsel. Polisi dan petugas lalu lintas segera melaksanakan normalisasi aliran kendaraan di jalan utama yang sebelumnya lumpuh total.
Permintaan Pokok Para Driver
Driver ojek online tergabung dalam kelompok “Driver Online Bersatu Bergerak (Dobrak)” mendesak agar aplikator seperti Gojek. Grab, Maxim, dan lainnya menerapkan tarif yang telah disahkan Pemprov sesuai SK Gubernur. SK tersebut mencantumkan tarif batas atas Rp7.500/km dan tarif batas bawah Rp5.500/km. Namun, dalam praktik di lapangan tarif lama masih berlaku.
Upaya Rekayasa Lalu Lintas
Untuk menghindari kekacauan transportasi, aparat sempat menerapkan jalur alternatif. Pengendara dialihkan melalui Jalan Prof. Abdulrahman Basalamah dan ruas lainnya agar lalu lintas tetap bergulir meski area dekat kantor gubernur tertutup.








