News Pattallassang – Tim SAR Gabungan Batalyon A Pelopor berhasil melaksanakan Evakuasi Jasad Lansia yang tenggelam di Sungai Nipa-Nipa, Desa Jene’Madinging, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Keberhasilan ini mengakhiri proses pencarian intensif yang berlangsung sejak tim menerima laporan orang hilang dari pihak keluarga dan warga setempat.

Tim SAR segera mengerahkan personel begitu menerima informasi mengenai seorang pria lanjut usia yang terseret arus sungai. Petugas langsung menyisir aliran Sungai Nipa-Nipa dengan metode pencarian permukaan dan pemantauan titik-titik rawan. Tim juga berkoordinasi dengan aparat desa serta warga untuk memperluas jangkauan pencarian.
Korban bernama Subu dg Lai (60) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area sungai yang berjarak beberapa ratus meter dari lokasi awal kejadian. Tim SAR menemukan jasad korban saat melakukan penyisiran lanjutan dengan mengutamakan keselamatan personel dan ketelitian pencarian. Setelah menemukan korban, tim langsung melakukan evakuasi dengan peralatan standar penyelamatan air.
Proses Evakuasi Jasad Lansia berjalan lancar berkat kerja sama solid antar unsur SAR gabungan, termasuk kepolisian, relawan, dan masyarakat setempat. Tim kemudian membawa jasad korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemakaman.
Komandan tim SAR menyampaikan bahwa kondisi arus sungai yang cukup deras menjadi tantangan utama selama pencarian. Ia mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat debit air meningkat akibat cuaca.
Keberhasilan operasi ini menunjukkan kesiapsiagaan Tim SAR Gabungan dalam merespons laporan darurat dengan cepat dan terkoordinasi. Tim SAR berkomitmen untuk terus meningkatkan kemampuan dan sinergi lintas instansi demi keselamatan masyarakat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran akan risiko lingkungan perairan, khususnya bagi warga lanjut usia. Tim SAR berharap masyarakat selalu mengutamakan keselamatan dan segera melaporkan kejadian darurat agar penanganan dapat berlangsung secara optimal.








