,

Keluarga Kecewa, Korban Kecelakaan di Gowa Hanya Diinfus Saat Masuk RSUD Syekh Yusuf

by -284 Views

News Pattallassang Keluarga korban kecelakaan maut bernama Norma (23) mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan RSUD Syekh Yusuf Gowa. Mereka menilai pihak rumah sakit tidak memberikan penanganan medis optimal setelah korban dibawa dalam kondisi kritis, dan hanya diberikan infus tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

RSUD Syekh Yusuf Gowa Tangani 3 Korban Pembusuran Geng Motor, Satu Orang  Buta Gegara Terkena Busur - Tribun-timur.com
Keluarga Kecewa, Korban Kecelakaan di Gowa Hanya Diinfus Saat Masuk RSUD Syekh Yusuf

Korban Dibawa dalam Kondisi Kritis

Norma, warga Kecamatan Pallangga, mengalami kecelakaan lalu lintas pada Sabtu malam. Keluarga segera membawa korban ke RSUD Syekh Yusuf untuk mendapatkan perawatan darurat. Namun setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD), keluarga menilai reaksi tenaga medis tidak sebanding dengan kondisi korban.

Baca Juga : Kecelakaan Maut di Gowa: Ayah dan Anak Sudah Dimakamkan, Ibu Menyusul Besok

“Adik saya datang sudah tidak sadar, napasnya sesak. Tapi dia hanya dipasangi infus. Tidak ada pemeriksaan lainnya atau tindakan cepat,” ungkap Hikmah, kakak korban, dengan nada kecewa.

Menurutnya, keluarga telah berkali-kali meminta tim medis menangani korban lebih intensif, namun respons yang diberikan dianggap kurang memadai.


Diduga Kekurangan Tindakan Medis Awal

Keluarga juga menilai proses triase tidak berjalan sebagaimana mestinya. Kondisi korban yang mengalami benturan keras seharusnya memerlukan pengecekan vital, penanganan trauma, dan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen atau CT scan.

“Kami bukan menuntut lebih, tapi seharusnya pasien yang datang dalam keadaan kritis diprioritaskan. Kami seperti dibiarkan menunggu,” kata Rahmat, paman korban.

Keluarga menambahkan bahwa setelah berada di IGD cukup lama, kondisi Norma terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal.


Pihak RSUD Syekh Yusuf Beri Penjelasan

Saat dimintai tanggapan, Kepala Humas RSUD Syekh Yusuf, dr. Wahyuddin, menyampaikan bahwa pihaknya masih menelusuri kronologi pelayanan korban. Menurutnya, seluruh tindakan medis yang diberikan di IGD dilakukan sesuai prosedur awal sambil menunggu evaluasi dokter jaga.

“Setiap pasien gawat darurat pasti kami tangani sesuai SOP. Namun untuk memastikan detail kasus ini, kami akan melakukan klarifikasi internal dan berkomunikasi dengan pihak keluarga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa RSUD membuka ruang aduan bagi keluarga pasien agar persoalan dapat diselesaikan secara transparan.


Keluarga Pertimbangkan Tempuh Jalur Hukum

Merasa penanganan lambat dan tidak sesuai ekspektasi, keluarga mengaku mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum atau melapor ke Ombudsman.

“Kami hanya ingin keadilan. Kalau memang ada kelalaian, harus dipertanggungjawabkan,” tegas Hikmah.


Publik Soroti Kualitas Layanan Gawat Darurat

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pelayanan penanganan darurat di rumah sakit rujukan utama Kabupaten Gowa. Beberapa warga berharap evaluasi dilakukan agar tidak terjadi kasus serupa di masa mendatang.

Hingga kini keluarga masih menunggu klarifikasi resmi dari manajemen rumah sakit mengenai penanganan yang diterima Norma selama berada di IGD.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.