News Pattallassang – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya membuat gebrakan tak biasa dengan menyamar sebagai warga biasa demi menelusuri langsung permasalahan implementasi sistem Coretax di lapangan. Aksi ini berhasil membongkar sejumlah persoalan teknis dan budaya birokrasi yang menghambat, termasuk praktik lama yang dikenal dengan istilah “asal bapak senang” (ABS).

Kisruh Coretax di Lapangan
Coretax, sistem inti administrasi perpajakan yang digadang-gadang sebagai solusi digitalisasi fiskal, masih menyisakan berbagai masalah dalam penerapannya. Banyak wajib pajak mengeluhkan sistem yang lambat, rumit, hingga rawan error.
Baca Juga : Ekonomi Kerakyatan Menguat, Koperasi Merah Putih Hadir di 153 Kelurahan
Saat menyamar, Purbaya mengalami langsung bagaimana masyarakat kesulitan mengakses layanan pajak dan mendapatkan jawaban yang berbelit dari petugas. Ia menyebut pengalaman tersebut menjadi alarm penting bahwa sistem harus segera diperbaiki agar tidak membebani wajib pajak.
“Kalau saya yang menteri saja merasa dipersulit, apalagi masyarakat kecil. Ini harus segera kita benahi,” kata Purbaya usai membuka identitasnya.
Budaya ABS Jadi Sorotan
Selain masalah teknis, Purbaya juga menyoroti budaya kerja birokrasi yang masih kental dengan praktik asal bapak senang. Ia menemukan bahwa laporan ke atasan kerap dipoles agar terlihat mulus, padahal di lapangan justru banyak kendala yang dihadapi masyarakat.
“Budaya ABS ini berbahaya. Reformasi pajak tidak boleh hanya indah di atas kertas, tapi harus nyata memberi manfaat,” tegasnya.
Reaksi Pegawai dan Publik
Aksi penyamaran Menkeu Purbaya mendapat beragam tanggapan. Sebagian pegawai kaget dengan metode yang digunakan, sementara masyarakat justru menyambut positif langkah berani tersebut.
Beberapa organisasi pengusaha bahkan menilai aksi ini sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah serius dalam memperbaiki tata kelola perpajakan.
“Selama ini keluhan dunia usaha sering tidak terdengar. Dengan langkah Menkeu turun langsung, kami berharap ada perubahan nyata,” ujar salah satu perwakilan asosiasi bisnis.
Langkah Perbaikan Coretax
Menkeu memastikan pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh atas sistem Coretax, termasuk peningkatan infrastruktur digital, pelatihan pegawai, serta mekanisme pengaduan masyarakat yang lebih transparan.
Purbaya juga berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang masih mempertahankan budaya ABS di tubuh birokrasi keuangan.
“Kita ingin reformasi fiskal berjalan konsisten. Tidak boleh lagi ada laporan manis tapi kondisi busuk di lapangan,” tegasnya.
Kesimpulan
Aksi penyamaran Menkeu Purbaya membuka mata publik bahwa persoalan perpajakan bukan hanya soal sistem digital, tetapi juga mentalitas birokrasi. Dengan keberanian mengungkap langsung masalah Coretax dan budaya ABS, pemerintah diharapkan mampu menghadirkan pelayanan pajak yang benar-benar adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat.








