News Pattallassang – Nyeri pinggang sering dianggap sebagai kondisi biasa akibat kelelahan atau terlalu lama duduk. Namun, pada 2025, para ahli kesehatan terus mengingatkan bahwa nyeri pinggang tidak boleh diremehkan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah serius pada tulang belakang, ginjal, hingga gangguan saraf.
.jpg)
Menurut data Kementerian Kesehatan, lebih dari 30% orang dewasa di Indonesia pernah mengalami nyeri pinggang, dan sebagian di antaranya terkait dengan penyakit kronis. Karena itu, penting mengenali gejala yang tidak normal sejak dini.
Baca Juga : Jangan Remehkan Mata Merah dan Pandangan Buram
Penyebab Umum Nyeri Pinggang
Ada beberapa faktor yang dapat memicu nyeri pinggang, antara lain:
-
Postur tubuh yang salah: terlalu lama duduk membungkuk atau bekerja tanpa istirahat.
-
Cedera otot atau ligamen: biasanya terjadi karena aktivitas fisik berlebihan.
-
Masalah pada tulang belakang: seperti hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit.
-
Gangguan ginjal: batu ginjal atau infeksi ginjal sering memunculkan nyeri di bagian pinggang.
-
Kelebihan berat badan: beban berlebih dapat meningkatkan tekanan pada tulang belakang.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Nyeri pinggang yang muncul sesekali mungkin tidak berbahaya, tetapi jika disertai gejala berikut, sebaiknya segera periksa ke dokter:
-
Nyeri tidak kunjung hilang lebih dari dua minggu.
-
Rasa sakit menjalar ke kaki atau menyebabkan mati rasa.
-
Kesulitan menahan buang air kecil atau buang air besar.
-
Nyeri muncul bersamaan dengan demam atau penurunan berat badan drastis.
Cara Mengatasi dan Mencegah Nyeri Pinggang
Untuk mengurangi risiko nyeri pinggang, beberapa langkah pencegahan bisa dilakukan, seperti:
-
Perbaiki postur tubuh saat duduk, berdiri, maupun tidur.
-
Olahraga teratur seperti berenang, yoga, atau berjalan kaki untuk memperkuat otot punggung.
-
Kompres hangat atau dingin untuk meredakan nyeri ringan.
-
Batasi angkat beban berat atau gunakan teknik yang benar saat mengangkat barang.
-
Konsumsi makanan bergizi untuk menjaga kesehatan tulang dan otot.
Jika nyeri pinggang sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis sangat disarankan. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan radiologi seperti MRI atau CT scan untuk mengetahui penyebab pastinya.
Kesimpulan
Nyeri pinggang bukan sekadar rasa pegal biasa. Kondisi ini bisa menjadi tanda awal adanya penyakit serius, mulai dari gangguan ginjal hingga saraf terjepit. Dengan mengenali gejalanya sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat, risiko komplikasi dapat dicegah. Jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter jika nyeri pinggang terasa berkepanjangan.








