News Pattallassang — Sejumlah petani dan nelayan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mengeluhkan kelangkaan bahan bakar jenis solar dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini menyebabkan aktivitas pertanian dan melaut terganggu, bahkan sebagian warga mengaku terpaksa menghentikan kegiatan karena sulit mendapatkan pasokan BBM subsidi tersebut.

Salah satu nelayan asal Kecamatan Bontobahari, Arman (42), mengatakan sudah hampir dua minggu kesulitan memperoleh solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) setempat. Akibatnya, perahu miliknya tidak bisa beroperasi seperti biasa.
Baca Juga : Waspada Penipuan! Kemenag Bulukumba Imbau Warga Gunakan Travel Umrah Legal
“Biasanya kami isi solar setiap dua hari sekali, tapi sekarang harus antre panjang bahkan sering kehabisan stok. Kalau begini terus, penghasilan kami jelas turun,” keluh Arman, Kamis (13/11/2025).
Antrean Panjang di SPBU dan SPBN
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan dan jeriken di sejumlah SPBU di wilayah Tanete dan Ujung Bulu. Warga mengaku rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar, namun sering kali stok habis sebelum semua antrean terlayani.
Hal serupa juga dikeluhkan para petani di Kecamatan Kajang yang menggunakan mesin pompa air berbahan bakar solar untuk mengairi sawah. Rahman (50), seorang petani setempat, mengaku terpaksa menunda jadwal pengolahan lahan karena tidak mendapat solar.
“Kami sudah cari di tiga SPBU, tapi kosong semua. Padahal musim tanam sudah dekat. Kalau tidak segera ada solusi, bisa mundur semua jadwal tanam,” ujarnya.
Dugaan Distribusi Tidak Merata
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bulukumba, H. Syamsul Bahri, membenarkan adanya laporan kelangkaan solar di sejumlah kecamatan. Ia menduga persoalan ini disebabkan oleh distribusi yang tidak merata dari pihak Pertamina ke SPBU dan SPBN.
“Kami sudah koordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi kembali lancar. Pemerintah daerah juga akan melakukan pengawasan agar tidak ada penyalahgunaan BBM subsidi,” kata Syamsul.
Langkah Pemerintah dan Harapan Warga
Syamsul menegaskan bahwa tim pengawas gabungan akan turun langsung ke lapangan untuk memantau penyaluran BBM, terutama di wilayah pesisir dan sentra pertanian. Pemerintah juga meminta agar jatah solar untuk sektor produktif seperti nelayan dan petani diprioritaskan.
“Kami harap dalam waktu dekat pasokan kembali normal sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu,” ujarnya.
Sementara itu, para nelayan dan petani berharap pemerintah segera menambah kuota solar subsidi di Bulukumba agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi, terutama menjelang musim tanam dan cuaca yang masih bersahabat untuk melaut.








