News Pattallassang — Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Bone menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pengelola perpustakaan untuk memperkuat layanan literasi di seluruh wilayah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan dan koordinasi pengembangan perpustakaan yang digelar pada Kamis pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/20251121-LATSAR.jpg)
Dalam kesempatan tersebut, Pj Sekda menegaskan bahwa perpustakaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di tengah perkembangan teknologi yang menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan literasi yang lebih tinggi. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menghadirkan layanan literasi yang merata dan berkualitas.
Baca Juga : Andi Akmal Buka Latsar CPNS Bone, Ingatkan ASN Jadi Pelayan Publik
Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Layanan
Pj Sekda Bone mengajak seluruh pengelola perpustakaan desa, sekolah, hingga perpustakaan umum untuk memperkuat sinergi dalam mengembangkan program literasi. Ia menyebut bahwa perpustakaan tidak boleh hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang inovasi dan pusat aktivitas edukasi bagi masyarakat.
“Kita harus bergerak bersama. Perpustakaan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman dan menjadi pusat pengembangan pengetahuan. Kolaborasi adalah kunci agar layanan literasi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak desa dan sekolah yang memiliki potensi besar tetapi belum mengoptimalkan perpustakaan sebagai sarana peningkatan kapasitas belajar masyarakat.
Dorong Inovasi Program dan Digitalisasi
Dalam arahannya, Pj Sekda menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan perpustakaan. Ia mendorong para pengelola agar tidak hanya mengandalkan metode tradisional, tetapi juga mulai memanfaatkan teknologi digital.
“Kita hidup di era informasi. Perpustakaan harus bertransformasi menjadi lebih modern, menawarkan akses digital, dan menyediakan ruang belajar yang nyaman serta menarik bagi generasi muda,” jelasnya.
Pemkab Bone, kata dia, berkomitmen menyediakan pendampingan terhadap perpustakaan desa dan sekolah agar mampu mengembangkan layanan berbasis digital. Hal ini termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pelatihan pengelolaan koleksi, serta pemanfaatan aplikasi perpustakaan digital.
Penguatan Peran Perpustakaan Desa
Acara tersebut juga membahas pentingnya memperkuat peran perpustakaan desa sebagai ujung tombak layanan literasi di tingkat akar rumput. Pengelola perpustakaan diharapkan menghadirkan program yang dekat dengan masyarakat, seperti pojok baca, kelas literasi, lomba menulis, hingga pelatihan dasar komputer.
Menurut Pj Sekda, perpustakaan desa memiliki potensi besar mendukung peningkatan angka literasi karena berada langsung di tengah masyarakat. “Jika perpustakaan desa aktif, minat baca masyarakat pasti meningkat. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Komitmen Pemkab Bone
Menutup kegiatan, Pj Sekda menegaskan bahwa Pemkab Bone akan terus memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan perpustakaan dan literasi. Pemerintah juga membuka ruang kemitraan dengan berbagai instansi, komunitas, dan lembaga pendidikan untuk memperkaya program literasi di daerah.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah dan pengelola perpustakaan, Bone diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan literasi dan menciptakan masyarakat yang cerdas, produktif, serta adaptif terhadap perubahan zaman.









