, ,

PKM Pattallassang Klarifikasi Penanganan Korban Penganiayaan, Janji Evaluasi Layanan Darurat

by -214 Views

News Pattallassang  — Puskesmas (PKM) Pattallassang memberikan klarifikasi resmi terkait penanganan medis terhadap Kepala Kantor Pos Cabang Takalar, yang menjadi korban penganiayaan berat pada Jumat malam.

Transformasi Pelayanan Kesehatan, Puskesmas Klaten Selatan Laksanakan  Posyandu ILP - Puskesmas Klaten Selatan

Dalam insiden tersebut, korban mengalami luka robek akibat hantaman benda tumpul dan sabetan senjata tajam sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Kepala PKM Pattallassang, Indriani Safitri, menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan layanan sesuai prosedur dan kini berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional.

Baca Juga :  Kantor Pos Takalar Dirampok Pegawai Sendiri, BLT Rp800 Juta Dibawa Kabur

Kronologi Kedatangan dan Penanganan Korban

Menurut keterangan PKM Pattallassang, korban tiba di fasilitas kesehatan tersebut dalam kondisi sadar namun mengalami pendarahan pada sejumlah bagian tubuh. Tim medis langsung melakukan tindakan awal berupa pembersihan luka, penjahitan, dan stabilisasi kondisi vital.

Indriani menjelaskan bahwa penanganan dilakukan secara cepat oleh tenaga medis yang bertugas pada saat itu. “Korban datang dengan luka robek yang cukup serius. Tim segera melakukan tindakan emergensi sesuai SOP untuk memastikan kondisi korban stabil sebelum dirujuk lebih lanjut,” ujarnya.

Meski demikian, terdapat keluhan dari pihak keluarga mengenai proses pelayanan yang disebut kurang responsif. Hal ini memicu klarifikasi dari pihak puskesmas untuk memastikan informasi yang beredar tidak menyesatkan publik.


Tanggapan Resmi PKM Pattallassang

Dalam keterangannya, Indriani Safitri menegaskan bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai standar pelayanan. Ia menyebutkan bahwa setiap keputusan medis dilakukan berdasarkan kondisi korban saat tiba di puskesmas.

“Kami memahami kekhawatiran keluarga. Namun, kami pastikan bahwa prosedur emergensi telah dijalankan. Jika ada kekurangan dalam proses komunikasi atau pelayanan administratif, itu menjadi masukan penting bagi kami,” terang Indriani.

Ia menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Kesehatan Takalar terkait penanganan kasus tersebut.


Komitmen Perbaikan SOP dan Peningkatan Sosialisasi

Menindaklanjuti insiden ini, PKM Pattallassang mengaku akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP penanganan gawat darurat, terutama terkait kecepatan respons, transparansi tindakan, dan komunikasi antara tenaga medis dan keluarga pasien.

“Evaluasi SOP adalah langkah wajib agar pelayanan kami semakin baik. Kami juga akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang alur layanan emergensi, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan,” tegas Indriani.

Menurutnya, pihak puskesmas berupaya memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan pertolongan medis darurat dapat memperoleh layanan cepat tanpa hambatan administratif maupun teknis.


Penutup

PKM Pattallassang berharap klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada publik terkait penanganan korban penganiayaan tersebut. Indriani menekankan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan masukan demi peningkatan pelayanan kesehatan.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.