, ,

Tragedi Senapan Angin di Gowa: Anak 7 Tahun Tertembak, Polisi Telusuri Pelaku

by -196 Views

News Pattallassang – Suasana di sebuah kompleks perumahan di Pattallassang berubah hening sejak peristiwa tragis yang menimpa seorang bocah berusia tujuh tahun pada Sabtu (27/11). Anak laki-laki tersebut tertembak senapan angin tepat di dahi saat sedang duduk bermain gawai bersama sepupunya di depan rumah tetangga. Kejadian berlangsung cepat, tanpa ada teriakan atau tanda bahaya yang didengar warga sekitar.

Bocah 7 Tahun Jadi Korban Penembakan OTK di Gowa, Peluru Tertancap di Dahi  - Bagian 1
Tragedi Senapan Angin di Gowa: Anak 7 Tahun Tertembak, Polisi Telusuri Pelaku

Jejak darah yang masih tampak di lantai paving seakan menjadi saksi bisu betapa mengejutkannya insiden ini. Warga mengaku trauma, terlebih anak-anak yang biasanya bermain riang di area perumahan kini enggan keluar rumah. Orang tua pun semakin waspada, takut akan bahaya yang datang tanpa terlihat.

Baca Juga : Bocah 7 Tahun di Gowa Kena Peluru Nyasar hingga Tengkorak Retak

Kronologi Singkat dan Kondisi Korban

Menurut keterangan keluarga, korban tiba-tiba terjatuh ke belakang setelah terdengar suara letupan kecil. Saat diperiksa, terlihat luka titik di bagian dahi yang langsung mengeluarkan darah. Korban segera dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan medis intensif. Hingga kini, ia dikabarkan masih dalam perawatan dan mengalami trauma akibat serangan mendadak tersebut.

Dokter menyebutkan bahwa proyektil diduga berasal dari senapan angin berkaliber kecil, jenis yang kerap digunakan untuk berburu burung. Meski ukurannya kecil, senjata jenis ini mampu menimbulkan luka serius dan membahayakan nyawa, terutama pada anak-anak.

Pelaku Belum Terungkap, Polisi Terus Melakukan Penyelidikan

Hingga saat ini, pihak Polres Gowa masih menyelidiki arah tembakan serta mencari pelaku. Polisi telah mengumpulkan keterangan saksi serta melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk menelusuri kemungkinan asal tembakan. Beberapa rumah yang berada di balik area terbuka kompleks juga diperiksa karena tembakan senapan angin dapat meluncur dari jarak puluhan meter.

“Kami masih menyelidiki dan memastikan lintasan proyektil. Pelaku bisa saja tidak sengaja menembakkan senapan angin, tetapi akibatnya sangat fatal,” kata pihak kepolisian.

Warga berharap pihak berwenang segera menemukan pelaku untuk memberikan kepastian, sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Deretan Kasus Serupa di Indonesia, Isyarat Bahaya untuk Anak

Kasus bocah tertembak senapan angin bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah insiden serupa mencuat di berbagai daerah:

  • Jawa Barat: Seorang anak SD tertembak saat bermain di halaman rumah karena tetangga menembak burung.

  • Sulawesi Tengah: Bocah 10 tahun terluka parah setelah tertembak proyektil nyasar dari kebun belakang rumahnya.

  • Kalimantan Timur: Kasus fatal terjadi ketika seorang remaja tewas setelah bermain-main dengan senapan angin milik orang dewasa.

Serangkaian kejadian ini memperlihatkan bahwa penggunaan senapan angin yang tidak terkontrol telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan anak-anak.

Warga Menuntut Pengawasan Ketat dan Edukasi Penggunaan Senapan Angin

Masyarakat Pattallassang meminta aparat memperketat pengawasan terhadap kepemilikan senapan angin yang kini mudah dibeli secara bebas. Banyak warga yang mengaku tidak mengetahui bahwa beberapa tetangga memiliki senapan angin untuk berburu atau sekadar hobi menembak.

Selain penindakan hukum, warga juga berharap ada edukasi publik terkait bahaya penggunaan senapan angin di area permukiman padat. Penembakan burung atau latihan menembak seharusnya dilakukan di lokasi yang aman, bukan di dekat rumah warga.

Hingga pelaku ditemukan, suasana perumahan dipenuhi kecemasan. Orang tua kini lebih protektif, menjaga anak-anak tetap di dalam rumah. Kasus ini menjadi pengingat bahwa satu kelalaian saja dapat mengancam nyawa seorang anak—dan masyarakat berharap tragedi di Gowa ini menjadi yang terakhir.

telkomsel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.