News Pattallassang — Warga Dusun Pattallassang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menunjukkan semangat luar biasa dengan melakukan pembangunan jalan tani secara swadaya.
>Aksi gotong royong ini dilakukan untuk membuka akses pertanian yang selama ini sulit dilalui kendaraan, terutama saat musim panen dan penghujan.

Pembangunan jalan sepanjang 300 meter itu dimulai sejak awal Oktober 2025, dengan melibatkan puluhan warga dari berbagai RT di dusun tersebut. Mereka membawa alat sederhana seperti cangkul, sekop, dan gerobak, serta memanfaatkan bahan material lokal yang tersedia di sekitar area persawahan.
Warga Bergerak Tanpa Menunggu Bantuan Pemerintah
Kepala Dusun Pattallassang, Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini muncul dari inisiatif warga sendiri tanpa menunggu bantuan pemerintah.
“Kami sadar bahwa jalan ini sangat dibutuhkan petani untuk mengangkut hasil panen. Jadi kami sepakat bergotong royong dulu sambil berharap nanti ada perhatian dari pemerintah daerah,” ujarnya, Senin (6/10/2025).
Syarifuddin menambahkan, pembangunan jalan tani ini sudah lama menjadi harapan masyarakat. Dengan adanya akses jalan yang lebih baik, biaya angkut hasil pertanian seperti padi, jagung, dan sayur-sayuran akan jauh lebih efisien.
Dukungan Penuh dari Petani dan Tokoh Masyarakat
Antusiasme warga terlihat tinggi. Setiap akhir pekan, para petani, pemuda, dan tokoh masyarakat turun langsung bekerja bersama.
“Ini bukan hanya soal jalan, tapi tentang kebersamaan. Kami bangga bisa bekerja tanpa pamrih demi kemajuan kampung sendiri,” kata Rahmawati, salah satu warga yang ikut menyiapkan konsumsi bagi para pekerja.
Beberapa warga bahkan menyumbangkan bahan bangunan seperti pasir dan batu, sementara sebagian lainnya meminjamkan alat berat kecil milik pribadi untuk mempercepat proses pengerjaan.
Harapan Akan Dukungan Pemerintah Daerah
Warga berharap pemerintah Kabupaten Gowa dapat menindaklanjuti inisiatif ini dengan memberikan bantuan tambahan material dan perbaikan permanen agar jalan tani bisa digunakan dalam jangka panjang.
>“Kalau jalan ini bagus, bukan cuma petani yang terbantu, tapi juga bisa menunjang sektor ekonomi lain seperti perdagangan hasil bumi,” tutur Syarifuddin.
Langkah swadaya ini menjadi contoh nyata bahwa semangat gotong royong masih hidup kuat di masyarakat pedesaan. Terutama dalam menghadapi keterbatasan pembangunan infrastruktur.








